Kediri, tapaktimoernuswantara.online – Pagi itu menjadi momen yang tak biasa bagi Thoba’i. Dengan menggenggam kartu kecil, ia berdiri di depan mesin ATM beras—sebuah inovasi bantuan sosial yang kini hadir di Kota Kediri.
Bukan uang yang keluar dari mesin tersebut, melainkan beras, kebutuhan pokok yang menjadi penopang hidup sehari-hari. Dengan satu sentuhan, butiran beras mengalir perlahan, membawa rasa lega bagi penerimanya.
“Alhamdulillah sangat membantu dan prosesnya lancar,” ucapnya dengan wajah haru.
Program ATM beras yang diinisiasi Pemerintah Kota Kediri ini menghadirkan sistem distribusi bantuan yang lebih praktis, mandiri, dan bermartabat. Warga tidak lagi harus antre panjang atau menunggu pembagian manual.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Saat ini, ribuan warga telah merasakan manfaatnya. Tercatat sebanyak 4.285 penerima dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan bantuan secara rutin.
Lebih dari sekadar angka, program ini menghadirkan cerita tentang dapur yang tetap mengepul dan keluarga yang bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Bagi banyak warga, ATM beras bukan hanya inovasi teknologi, tetapi simbol harapan—bahwa bantuan pemerintah bisa hadir lebih dekat, lebih mudah, dan lebih manusiawi.
0 Komentar