Kediri, tapaktimoernuswantara.online – Inspeksi mendadak yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri bersama Satgas Pangan di Pasar Setono Betek mengungkap masih adanya persoalan distribusi yang berdampak pada harga bahan pokok, khususnya beras premium.

Meski sebagian besar harga sembako terpantau stabil, sejumlah pedagang masih menjual beras premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini dipicu oleh tingginya harga dari pemasok yang tidak melalui jalur resmi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Moh. Ridwan, menyebut bahwa rantai distribusi yang tidak langsung menjadi salah satu penyebab utama.

Di sisi lain, isu keterbatasan pasokan juga terjadi pada produk Minyakita. Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh prioritas distribusi nasional untuk program bantuan pangan.

“Distribusi tetap berjalan, tetapi volumenya belum normal karena fokus pada program bantuan hingga Mei 2026,” jelasnya.

Pedagang di lapangan juga merasakan dampaknya. Salah satu pedagang, Ali Asikin, mengaku pasokan Minyakita saat ini jauh berkurang dibanding sebelumnya.

“Dulu bisa dapat 15 sampai 50 karton, sekarang hanya sekitar 13 karton per minggu,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat stok cepat habis dan menyebabkan kekosongan dalam beberapa hari.

Meski demikian, pemerintah optimistis distribusi akan kembali normal setelah program bantuan pangan selesai. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.