Kediri, tapaktimoernuswantara.online – Pemerintah Kota Kediri mendorong peran aktif perempuan dalam berbagai sektor kehidupan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam webinar “Kartini: Spirit in Action” yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Dalam paparannya, Vinanda menyampaikan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam pembangunan sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik.
Menurutnya, kondisi demografis Kota Kediri yang didominasi perempuan usia produktif menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembangunan. Hal ini juga didukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 82,71 pada tahun 2025 dengan kategori sangat tinggi.
Pemkot Kediri sendiri telah menjalankan berbagai program pemberdayaan, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan hingga ekonomi. Program seperti Sekolah Orang Tua Hebat bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional serta pelatihan UMKM menjadi upaya konkret dalam meningkatkan kapasitas perempuan.
Selain itu, perempuan juga semakin dilibatkan dalam pemerintahan, baik di tingkat organisasi perangkat daerah hingga legislatif. Saat ini, keterwakilan perempuan di legislatif mencapai 26,67 persen, sementara di eksekutif mencapai 41 persen.
Vinanda juga mengajak seluruh perempuan untuk berani mengambil peran dan tidak ragu berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Semangat Kartini harus terus hidup. Perempuan masa kini harus berani melangkah dan menjadi agen perubahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif apabila diberikan akses yang luas terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

0 Komentar