Kediri, tapaktimoernuswantara.online – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri mendapat kritik setelah ditemukannya ulat dalam menu makanan siswa di SD Negeri Jugo 1.
Informasi ini mencuat dari aduan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Dari hasil penelusuran, diketahui makanan tersebut dipasok oleh SPPG Ploso 3.
Ulat ditemukan pada buah salak yang menjadi bagian dari menu siswa. Kondisi tersebut diduga akibat kurang selektifnya proses pemilihan bahan makanan.
Tak hanya itu, permasalahan lain juga terungkap, yakni SPPG Ploso 3 belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai syarat operasional.
Kepala SPPG Ploso 3, Hafiz Fauzan Vikri, mengakui adanya kejadian tersebut dan menyebut pihaknya telah melakukan evaluasi internal.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih teliti dalam memilih bahan baku, terutama buah yang mudah rusak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pengurusan izin masih berjalan dan diharapkan segera selesai dalam waktu dekat.
Diketahui, SPPG Ploso 3 berada di bawah naungan Yayasan Tabungan Akherat Masyarakat Madani yang berbasis di Tulungagung.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penyelenggara program MBG agar lebih memperhatikan standar kebersihan, kualitas makanan, serta kelengkapan perizinan demi keselamatan peserta didik.

0 Komentar