KEDIRI, tapaktimoernuswantara.online – Kota Kediri kembali menunjukkan wajah harmoni di tengah keberagaman. Selama lima tahun berturut-turut, kota ini berhasil bertahan dalam 10 besar Indeks Kota Toleran (IKT) yang dirilis Setara Institute.
Pada tahun 2025, Kota Kediri menempati peringkat ke-8 dengan skor 5,792, mempertahankan posisi yang sama seperti tahun sebelumnya.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sebuah acara di Jakarta.
Bagi Pemerintah Kota Kediri, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari upaya panjang dalam merawat keberagaman yang ada di tengah masyarakat.
Kota dengan jumlah penduduk sekitar 300 ribu jiwa ini dikenal memiliki latar belakang budaya dan agama yang beragam. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.
Vinanda menyebut, tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan lintas agama menjadi bukti nyata bahwa toleransi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kediri.
“Dalam setiap kegiatan keagamaan, semua unsur hadir bersama. Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan yang kita miliki,” ujarnya.
Berbagai forum dialog antarumat beragama dan budaya juga terus digalakkan sebagai ruang komunikasi untuk menjaga keharmonisan.
Selain itu, peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
Pemerintah Kota Kediri pun berharap, capaian ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun toleransi.

0 Komentar