KEDIRI,tapaktimoernuswantara.online – Langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan di Kabupaten Kediri. Sebanyak 36 unit truk operasional resmi diterima untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebuah program strategis yang menyasar langsung denyut ekonomi masyarakat desa.

Penyerahan armada tersebut berlangsung di kawasan Simpang Lima Gumul, disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah dan pelaku koperasi.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai distribusi desa agar lebih terintegrasi dan produktif.

“Truk ini bukan hanya alat angkut, tapi alat percepatan ekonomi desa,” ungkapnya.

Data menunjukkan, saat ini sudah ada 97 gerai KDMP yang berdiri sempurna di Kabupaten Kediri. Namun, dengan total 344 desa dan kelurahan, masih banyak ruang pengembangan yang terus digarap secara bertahap.

KDMP dirancang sebagai pusat ekonomi desa yang multifungsi. Berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Koperasi tahun 2025, koperasi ini dapat mengelola berbagai sektor usaha, mulai dari toko sembako, layanan kesehatan desa, simpan pinjam, hingga fasilitas penyimpanan dingin dan logistik.

Mas Dhito juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan produk desa. Ia mendorong agar potensi lokal tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.

“Kalau desa punya nanas, jangan dijual buahnya saja. Olah, kemas, dan beri nilai tambah. Di situlah ekonomi bergerak,” tegasnya.

Transformasi ini diharapkan mampu mengangkat pelaku UMKM desa menjadi lebih kompetitif, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Dengan dukungan armada logistik yang kini mulai beroperasi, KDMP diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang di tengah tantangan zaman.

Kediri pun kini bersiap menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi pusat kekuatan ekonomi nasional.

Red.tapaktimoernuswantara.online