Kediri, tapaktimoernuswantara.online - Dugaan kasus penggelapan kendaraan bermotor kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kali ini, sebanyak 16 unit sepeda motor milik usaha rental diduga digadaikan oleh penyewa yang sebelumnya dipercaya oleh pemilik.
Kasus tersebut terjadi di Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, dan saat ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Kediri.
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, menyampaikan bahwa laporan telah diterima dan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut.
Korban, Reno Dwi Trimulyono, melaporkan kejadian ini pada 12 Januari 2026 setelah mengetahui bahwa kendaraan miliknya tidak lagi berada dalam penguasaan penyewa.
Dari hasil keterangan korban, pelaku berinisial SN menyewa kendaraan secara bertahap dalam kurun waktu hampir satu tahun. Kerja sama awal berjalan lancar hingga pelaku mulai tidak memenuhi kewajiban pembayaran.
Dalam perjanjian, pelaku menyewa kendaraan dengan tarif harian antara Rp20.000 hingga Rp40.000 dan berkomitmen memberikan setoran mingguan sebesar Rp3,5 juta.
Namun, sejak April 2026, pelaku tidak lagi melakukan pembayaran. Saat korban mendatangi pelaku, terungkap bahwa seluruh kendaraan yang disewa telah digadaikan.
Kasus ini diduga dilakukan secara terencana dengan memanfaatkan kepercayaan korban. Jumlah kendaraan yang cukup banyak juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam praktik tersebut.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penelusuran terhadap keberadaan kendaraan serta pihak-pihak yang terlibat dalam penggelapan tersebut.
Sementara itu, korban mengaku berharap adanya penyelesaian secara kekeluargaan, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari pelaku.
Di sisi lain, kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha rental kendaraan, untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan usaha.
Langkah preventif seperti verifikasi identitas penyewa, penggunaan kontrak resmi, serta pemasangan alat pelacak kendaraan dinilai penting untuk mencegah terjadinya kasus serupa.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa kepercayaan dalam bisnis harus tetap diimbangi dengan sistem pengamanan yang memadai guna menghindari kerugian besar.

0 Komentar