Dunia duta, yang menuntut kemampuan public speaking dan kepercayaan diri tinggi, bahkan tak pernah masuk dalam rencana hidupnya.
Namun takdir berkata lain.
Berawal dari dorongan sederhana sang ibu yang melihat informasi pendaftaran di media sosial, Bella akhirnya memberanikan diri mengikuti ajang tersebut—meski awalnya diliputi keraguan.
“Awalnya saya tidak yakin sama sekali. Grogi juga. Tapi bunda terus meyakinkan kalau saya bisa,” ungkap gadis 17 tahun itu.
Keputusan kecil itu menjadi titik awal perjalanan panjangnya.
Minim pengalaman di dunia modeling membuat Bella harus bekerja ekstra keras. Ia tak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga mempelajari teknik catwalk dari nol.
Bahkan, demi mengasah kemampuannya, Bella rela bolak-balik Kediri–Malang untuk mengikuti pelatihan di agensi modeling.
“Capek pasti ada. Tapi karena semangat belajar hal baru, rasanya jadi menyenangkan,” ujarnya.
Di balik proses tersebut, ada tantangan lain yang tak kalah berat. Sebagai seorang pelajar, Bella harus pintar membagi waktu antara persiapan lomba dan kewajiban akademik, terutama saat jadwal seleksi berdekatan dengan ujian semester.
Ia menyiasatinya dengan tetap menjadikan sekolah sebagai prioritas utama, sembari mencicil materi tentang batik—mulai dari sejarah, makna, hingga filosofi motif khas Kabupaten Kediri.
“Belajarnya saya cicil di sela-sela ujian. Setelah itu baru fokus latihan public speaking dan pendalaman materi,” jelasnya.
Meski sudah berusaha maksimal, perjalanan Bella tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat merasa tertinggal, terutama dalam hal catwalk yang baru dipelajarinya dalam waktu singkat.
“Saat karantina, saya merasa paling lambat. Sering ditegur juga. Tapi dari situ saya belajar, bahwa proses itu memang harus dilewati, bahkan kadang harus jatuh dulu supaya bisa bangkit,” tuturnya.
Kerja kerasnya pun berbuah manis. Gelar Putra Putri Batik Favorit Kabupaten Kediri 2025 berhasil ia raih—sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan, tetapi juga membuka banyak peluang baru.
Bagi Bella, pengalaman ini memberikan lebih dari sekadar gelar. Ia mendapatkan pemahaman mendalam tentang budaya batik, meningkatkan rasa percaya diri, mengasah kemampuan komunikasi, hingga memperluas jaringan pertemanan.
Lebih dari itu, ia kini menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal.
“Jangan takut mencoba dan keluar dari zona nyaman. Gali potensi diri dan percaya bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berprestasi,” pesannya.
Kisah Bella menjadi bukti bahwa keberanian untuk melangkah, meski dengan rasa ragu, bisa membuka jalan menuju hal-hal besar.
Red.tapaktimoernuswantara.online
0 Komentar