Jakarta, tapaktimoernuswantara.online - Pola konsumsi masyarakat Indonesia selama Ramadhan 2026 mengalami transformasi yang cukup mencolok. Tidak lagi semata mengejar harga murah, konsumen kini lebih selektif dan cenderung memilih produk dengan kualitas serta nilai yang lebih tinggi.
Perubahan ini tercermin dari meningkatnya nilai belanja per konsumen di platform e-commerce. Artinya, meskipun jumlah transaksi tidak melonjak drastis, nilai pembelian justru meningkat.
Platform Lazada menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak tren ini melalui berbagai kampanye belanja selama Ramadhan.
Menurut Amelia Tediarjo, lonjakan penjualan terutama terjadi pada kanal LazMall yang menyediakan produk dari brand resmi, dengan peningkatan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Ia menjelaskan bahwa momen Ramadhan hingga Idul Fitri mendorong konsumen untuk meningkatkan kualitas hidup, baik dari sisi penampilan, kebutuhan rumah tangga, maupun perangkat pendukung aktivitas sehari-hari.
Kategori fesyen mencatat lonjakan paling tinggi hingga lima kali lipat, seiring meningkatnya kebutuhan untuk tampil lebih baik dalam berbagai momen sosial seperti buka bersama dan Hari Raya.
Sementara itu, produk kebutuhan rumah tangga seperti kecantikan, groceries, dan perlengkapan ibu dan anak mengalami pertumbuhan hingga 4,5 kali lipat.
Kategori elektronik juga tidak kalah signifikan dengan pertumbuhan mencapai empat kali lipat, didorong oleh minat konsumen dalam memperbarui perangkat seperti smartphone dan televisi.
Yang paling menarik, tren belanja online kini telah menjangkau produk dengan nilai sangat tinggi. Penjualan mobil melalui platform digital meningkat hingga 2,5 kali lipat, menandakan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap sistem transaksi online.
Momentum pencairan THR menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Pada periode ini, konsumen tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mulai berinvestasi pada produk yang memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar e-commerce Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga mengalami peningkatan kualitas dari sisi perilaku konsumsi.
Ke depan, tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya literasi digital, kepercayaan terhadap platform online, serta ketersediaan produk berkualitas dari brand resmi.

0 Komentar