KEDIRI, tapaktimoernuswantara.online – Terhentinya pembangunan Alun-Alun Kota Kediri menjadi perhatian berbagai pihak. Pemerintah Kota Kediri pun membuka dialog bersama tokoh masyarakat untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.

Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat, termasuk Gus War, yang dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Rejomulyo.

Gus War menilai, proyek yang belum selesai tersebut tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga pada kehidupan ekonomi masyarakat kecil.

Menurutnya, sebelum pembangunan dimulai, kawasan alun-alun menjadi ruang bagi para pedagang untuk mencari nafkah. Namun, sejak proyek berjalan, aktivitas tersebut terhenti.

“Kalau pembangunan ini segera diselesaikan, maka para pelaku UMKM bisa kembali beraktivitas dan roda ekonomi bisa berjalan lagi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa alun-alun bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi memiliki fungsi penting sebagai tempat interaksi sosial dan rekreasi warga.

Jika terus dibiarkan mangkrak, lanjutnya, kondisi tersebut bisa menimbulkan kesan negatif terhadap wajah Kota Kediri.

“Alun-alun adalah etalase kota. Kalau tidak tertata, bisa menimbulkan kesan bahwa kota ini tidak peduli terhadap kebersihan dan kerapian,” katanya.

Lebih jauh, Gus War mengingatkan agar penyelesaian proyek tidak hanya dilihat dari sisi anggaran, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.

Ia berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera menemukan solusi agar pembangunan alun-alun bisa kembali dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.