Sampang, Jawa Timur, tapaktimoernuswantara.online – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Aliansi Sampang Bersatu (FASB) menggelar aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri Sampang sebagai bentuk protes terhadap sejumlah putusan eksekusi yang dinilai tidak adil.

Dalam aksi tersebut, massa menuntut adanya transparansi dan keadilan dalam setiap proses hukum, khususnya terkait eksekusi pengosongan tanah dan bangunan.

FASB meminta agar pelaksanaan eksekusi terhadap perkara yang telah diputus ditunda, mengingat masih adanya proses hukum lanjutan yang belum selesai, termasuk perkara bantahan dan dugaan tindak pidana.

Menurut mereka, putusan yang telah dikeluarkan sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keadilan bagi semua pihak.

Meski melakukan aksi protes, FASB menegaskan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengawal proses hukum agar berjalan sesuai prinsip keadilan, bukan untuk melawan institusi peradilan.

Ketua PN Sampang, Guntur Pambudi Wijaya, merespons aksi tersebut dengan menyatakan kesiapan pihak pengadilan untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi dengan Pengadilan Tinggi Jawa Timur akan dilakukan guna mencari solusi terbaik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi ini menjadi gambaran pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi jalannya proses hukum, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.