KEDIRI, tapaktimoernuswantara.online – Menjelang musim giling 2026, PT Sinergi Gula Nasional (SGN) KSO Tebu Kebun Dhoho Kediri mulai memacu persiapan panen tebu. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.
Pihak manajemen memastikan kondisi tanaman dalam keadaan baik setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan.
Menurut Febri Ari Marpaung selaku Koordinator Manajemen, berbagai terobosan telah dilakukan untuk meningkatkan hasil panen, termasuk perawatan intensif dan penerapan sistem kerja modern.
Penggunaan teknologi seperti mekanisasi dan digitalisasi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas.
Tak hanya itu, kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi faktor pendukung meningkatnya kualitas tebu, khususnya dari sisi rendemen.
Dengan berbagai faktor tersebut, SGN optimistis panen tahun ini akan menunjukkan tren positif.
Saat ini, Kebun Dhoho mengelola ribuan hektare lahan tebu yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
General Manager SGN KSO Tebu Kebun Dhoho, Juni Yanto, menyebut seluruh persiapan telah dilakukan untuk memastikan kelancaran panen.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pethik perdana pada 30 April 2026, sebelum memasuki panen massal pada 9 Mei 2026.
Pihaknya berharap seluruh proses berjalan sesuai rencana dan mampu menghasilkan produksi tebu yang optimal.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung target pemerintah untuk mencapai swasembada gula dalam beberapa tahun ke depan.
0 Komentar