KEDIRI,tapaktimoernuswantara.online – Aparat kepolisian menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap peredaran bahan peledak ilegal. Ratusan petasan hasil razia dimusnahkan dalam operasi khusus di wilayah Kabupaten Kediri.
Kegiatan pemusnahan berlangsung di aliran Sungai Sukorejo, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, dengan melibatkan tim Gegana dari Polda Jawa Timur.
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Joshua P. Krisnawan, mengungkapkan bahwa seluruh barang bukti merupakan hasil operasi cipta kondisi dan patroli selama Operasi Ketupat Semeru 2026.
Barang bukti yang dimusnahkan tidak sedikit. Tercatat sebanyak 235 petasan berbagai ukuran serta 17 kilogram bahan peledak, terdiri dari bubuk mesiu dan booster berdaya ledak tinggi.
Proses pemusnahan dilakukan dengan prosedur ketat. Tim Gegana memastikan setiap tahap berjalan aman, mulai dari pemeriksaan awal hingga peledakan terkendali di lokasi disposal.
“Kami pastikan seluruh bahan berbahaya benar-benar musnah dan tidak meninggalkan risiko,” jelasnya.
Dalam proses di lapangan, petugas juga menghadapi tantangan teknis, termasuk penanganan bahan yang masih aktif dan berpotensi meledak sewaktu-waktu.
Kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari bahaya ledakan yang tidak terkontrol.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak terlibat dalam produksi maupun penggunaan petasan ilegal.
“Risikonya sangat tinggi, bisa melukai diri sendiri dan orang lain,” tegas AKP Joshua.
Dengan langkah tegas ini, Polres Kediri berharap peredaran bahan peledak ilegal dapat ditekan dan situasi keamanan tetap terjaga, terutama dalam momentum pasca-Idul Fitri.
Red.tapaktimoernuswantara.online

0 Komentar